Selasa, 28 Juli 2026
Sinergi Kelurahan Mekar Sari Balikpapan dan Densus 88 AT Polri Beri Edukasi Pengenalan Lingkungan serta Wawasan Kebangsaan kepada Mahasiswa KKN
Senin, 27 Juli 2026
BanKesbangpol Kab. Kutim dan Densus 88 AT Polri Perkuat Sinergi Melalui Dialog dan Rakor Forum Pembauran Kebangsaan
Kamis, 23 Juli 2026
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Perkuat Pencegahan Ekstremisme di SMK Pangeran Antasari Balikpapan
Forum Konsultasi Publik 2026 Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu Hadirkan Densus 88 AT Polri Bahas Wawasan Kebangsaan
Samarinda – Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 dengan menghadirkan Unit Cegah Densus 88 AT Polri SGW Kalimantan Timur sebagai narasumber untuk memberikan materi Wawasan Kebangsaan. Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Jawa sebagai upaya memperkuat persatuan, toleransi, dan kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Forum tersebut dihadiri oleh H. Sujono, M.Si. selaku Camat Samarinda Ulu, Mukmin, S.P. selaku Lurah Kelurahan Jawa, Sri Murni, S.Sos., M.Si. selaku Sekretaris Kelurahan Jawa, serta Bapak Leo selaku Ketua Paguyuban Blitar Kecamatan Samarinda Ulu. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berwawasan kebangsaan.
Sebagai narasumber, Briptu Yudika, S.H. dari Unit Cegah Densus 88 AT Polri menyampaikan materi mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan paham yang mengarah pada radikalisme maupun ekstremisme berbasis kekerasan. Peserta juga diajak untuk meningkatkan literasi digital agar mampu menyaring informasi secara bijak dan bertanggung jawab.
"Wawasan kebangsaan merupakan fondasi dalam menjaga persatuan bangsa. Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan warga, kita dapat memperkuat ketahanan sosial serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis,"
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan berbagai pandangan mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarwarga, memperkuat komunikasi di lingkungan masyarakat, serta meningkatkan peran tokoh masyarakat dalam membangun kesadaran kebangsaan.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga kerukunan, serta mencegah berkembangnya paham yang dapat mengganggu persatuan dan keamanan di wilayah Kecamatan Samarinda Ulu.
Jumat, 17 Juli 2026
Sosialisasi Rancangan Perda (SOSPER) Kota Samarinda Hadirkan Densus 88 AT Polri untuk Edukasi Masyarakat mengenai Pencegahan Radikalisme dan Terorisme
Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Muhammad Rudi, S.H., menggelar Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (SOSPER) di RT 20, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, dengan menghadirkan Unit Cegah Densus 88 AT Polri SGW Kalimantan Timur sebagai narasumber. Kegiatan yang diikuti sekitar 60 warga ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kelurahan Sidodadi sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Rudi, S.H. menjelaskan bahwa kegiatan SOSPER bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rancangan peraturan daerah sekaligus menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan warga. Melalui kesempatan tersebut, masyarakat juga memperoleh edukasi tentang pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan lingkungan.
Pada sesi utama, narasumber dari Unit Cegah Densus 88 AT Polri SGW Kalimantan Timur menyampaikan materi mengenai pencegahan radikalisme dan tindak pidana terorisme. Masyarakat diajak memahami pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat toleransi, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham yang mengarah pada kekerasan maupun informasi provokatif di media digital.
Selain itu, warga diberikan pemahaman mengenai literasi digital agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Narasumber mengingatkan pentingnya memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya serta membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai langkah memperkuat ketahanan sosial.
"Pencegahan radikalisme dan terorisme memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga toleransi, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, kita dapat bersama-sama menciptakan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis,"
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan warga, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Berbagai masukan dan pertanyaan yang disampaikan peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya menjaga kondusivitas wilayah dan memperkuat ketahanan lingkungan dari berbagai pengaruh negatif.
Melalui kegiatan ini, DPRD Kota Samarinda bersama Densus 88 AT Polri berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga dalam membangun lingkungan yang aman, memperkokoh persatuan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan radikalisme dan tindak pidana terorisme.
Pondok Pesantren Mus'ab bin Umair Hadirkan Densus 88 AT Polri sebagai Narasumber Wawasan Kebangsaan Bertema "Cinta Tanah Air dalam Bingkai Islam Rahmatan lil 'Alamin"
Penyuluhan Tata Tertib Sekolah di SMK Negeri 9 Samarinda Bahas Pencegahan Radikalisasi Anak Bersama Densus 88 AT Polri
Kamis, 16 Juli 2026
Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri Jadi Narasumber Sosialisasi Wawasan Kebangsaan pada MPLS 2026 di SMA Negeri 14 Samarinda
MPLS 2026 di SMP Negeri 15 Balikpapan Diisi Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri
MPLS 2026 di SMP Negeri 15 Balikpapan Diisi Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri
Balikpapan – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di SMP Negeri 15 Balikpapan diisi dengan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter peserta didik baru agar memiliki semangat kebangsaan, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta mampu menghadapi tantangan di era digital secara bijak.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter sejak awal siswa memasuki lingkungan sekolah. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menghormati keberagaman, menjaga persatuan, dan membangun budaya saling menghargai sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain memperkuat wawasan kebangsaan, peserta MPLS juga dibekali pemahaman mengenai literasi digital. Para siswa diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi, tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan berita yang belum terverifikasi, serta memahami risiko penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), hingga konten yang mengandung paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.
«"Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa. Dengan semangat kebangsaan, sikap toleransi, serta kemampuan menggunakan media digital secara bijak, para pelajar dapat menjadi pelopor perdamaian dan mampu menangkal berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekolah maupun di ruang digital," ujar narasumber dari Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri.»
Pihak SMP Negeri 15 Balikpapan mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian MPLS 2026. Menurut pihak sekolah, pembekalan wawasan kebangsaan dan literasi digital sangat penting untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan.
Melalui kolaborasi antara SMP Negeri 15 Balikpapan dan Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri, diharapkan para peserta MPLS tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, cinta tanah air, serta memiliki daya tangkal terhadap pengaruh radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan. Edukasi ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, damai, inklusif, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.
Rabu, 15 Juli 2026
Densus 88 AT Polri Isi Materi Soswasbang pada MPLS 2026 di SMA Prestasi Samarinda
Angkat Tema Pencegahan Radikalisasi dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Kalangan Pelajar
Sinergi SMP Negeri 1 Balikpapan dan Densus 88 AT Polri Bekali 400 Siswa dengan Literasi Digital
Balikpapan – Sebanyak 400 peserta didik baru SMP Negeri 1 Balikpapan mendapatkan pembekalan literasi digital dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 melalui kolaborasi antara SMP Negeri 1 Balikpapan dan Densus 88 AT Polri. Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menggunakan media sosial dan internet secara positif. Dalam penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan, namun juga memiliki tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), hingga konten yang mengandung paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.
Para peserta MPLS diajak untuk memahami pentingnya berpikir kritis sebelum mempercayai atau membagikan informasi, menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital, serta memanfaatkan internet sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Siswa juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh konten provokatif yang dapat memecah persatuan maupun mendorong perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
"Literasi digital merupakan keterampilan yang harus dimiliki setiap pelajar di era digital. Dengan kemampuan menyaring informasi, menghargai perbedaan, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, siswa dapat terhindar dari pengaruh negatif serta menjadi agen penyebar informasi yang positif," ujar narasumber dalam kegiatan tersebut.
Kepala SMP Negeri 1 Balikpapan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan MPLS 2026. Menurutnya, pembekalan literasi digital sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik agar mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi dengan sikap yang cerdas, bijak, dan berintegritas.
Melalui sinergi antara SMP Negeri 1 Balikpapan dan Densus 88 AT Polri, diharapkan para siswa memiliki kemampuan literasi digital yang baik, mampu menjaga etika dalam bermedia sosial, serta berperan aktif menciptakan lingkungan sekolah dan ruang digital yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari penyebaran hoaks, perundungan, maupun paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.
Selasa, 14 Juli 2026
Cegah Ekstremisme dan Bullying Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Damai Bersama Densus 88 Edukasi Peserta MPLS SMP Negeri 7 Balikpapan
Cegah Ekstremisme dan Bullying Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Damai Bersama Densus 88 Edukasi Peserta MPLS SMP Negeri 7 Balikpapan
Balikpapan – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus diperkuat melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di SMP Negeri 7 Balikpapan. Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Damai bersama Densus 88 AT Polri memberikan edukasi kepada para peserta didik baru mengenai pencegahan ekstremisme berbasis ideologi kekerasan serta pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Kegiatan edukasi ini bertujuan membekali para siswa sejak awal memasuki jenjang pendidikan dengan pemahaman tentang pentingnya menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, serta menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Melalui materi yang disampaikan secara interaktif, para peserta diajak memahami bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, berteman, dan mengembangkan potensi diri.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa penyebaran paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan dapat memanfaatkan berbagai media, termasuk media sosial, aplikasi percakapan, dan platform digital yang akrab dengan kehidupan remaja. Karena itu, para siswa diimbau untuk berpikir kritis, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta bijak dalam menggunakan teknologi digital.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai dampak negatif bullying terhadap korban maupun pelaku. Bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital (cyberbullying), dapat mengganggu proses belajar, menurunkan rasa percaya diri, dan merusak hubungan antarteman. Oleh sebab itu, siswa diajak membangun budaya saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan berani melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan.
«"Pelajar memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa. Dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, menghargai perbedaan, serta menggunakan media sosial secara bijak, kita dapat bersama-sama mencegah berkembangnya paham yang mengarah pada kekerasan maupun perilaku bullying di lingkungan sekolah," ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.»
Pihak SMP Negeri 7 Balikpapan menyambut baik kegiatan edukasi ini sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik baru. Melalui kolaborasi antara Bhabinkamtibmas Kelurahan Damai, Densus 88 AT Polri, dan pihak sekolah, diharapkan para siswa mampu menjadi generasi yang berkarakter, cinta tanah air, menghormati keberagaman, serta berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, inklusif, dan bebas dari ekstremisme maupun bullying.
Senin, 13 Juli 2026
MPLS 2026 Jadi Momentum Edukasi Pencegahan Ekstremisme bagi 439 Pelajar SMK Negeri 4 Balikpapan
Kesbangpol Kota Balikpapan Gandeng Densus 88 AT Polri Bekali 39 Calon Paskibraka 2026 dengan Wawasan Kebangsaan
BALIKPAPAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan berkolaborasi dengan Densus 88 AT Polri memberikan pembekalan Wa...
Sosbang
-
BALIKPAPAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan berkolaborasi dengan Densus 88 AT Polri memberikan pembekalan Wa...
-
Angkat Tema Pencegahan Radikalisasi dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Kalangan Pelajar Samarinda – Dalam rangka membentuk karakter pelaj...
















