Selasa, 28 Juli 2026

Sinergi Kelurahan Mekar Sari Balikpapan dan Densus 88 AT Polri Beri Edukasi Pengenalan Lingkungan serta Wawasan Kebangsaan kepada Mahasiswa KKN


BALIKPAPAN – Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah, bersinergi dengan Densus 88 AT Polri menggelar kegiatan edukasi pengenalan lingkungan dan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mulawarman Samarinda dan Universitas Mulia Balikpapan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Mekar Sari, Jalan Ahmad Yani No. RT 33, Kecamatan Balikpapan Tengah, ini diikuti oleh 27 mahasiswa sebagai bekal sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan dihadiri oleh Agus Salim selaku Kepala Seksi Pemerintahan dan M. Faresi Al Amin selaku Kepala Seksi Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Lingkungan Hidup (Trantib & LH) Kelurahan Mekar Sari. Kehadiran unsur pemerintah kelurahan menunjukkan komitmen dalam mendukung pembinaan generasi muda yang memiliki karakter, kepedulian sosial, dan wawasan kebangsaan.

Sebagai narasumber, Brigpol Alexander, S.H. dari Densus 88 AT Polri menyampaikan materi mengenai pentingnya memahami kondisi sosial masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta meningkatkan literasi digital sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran paham ekstremisme berbasis kekerasan. Mahasiswa juga diajak menjadi agen perubahan yang mampu membangun komunikasi positif dan memperkuat semangat gotong royong selama menjalankan program KKN.

"Mahasiswa KKN memiliki peran strategis sebagai mitra masyarakat. Dengan bekal wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, dan etika bermasyarakat, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi positif serta menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kerukunan," ujar Brigpol Alexander, S.H.

Melalui kegiatan ini, Kelurahan Mekar Sari dan Densus 88 AT Polri berharap para mahasiswa KKN mampu menjalankan program pengabdian dengan baik, membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, serta menjadi pelopor dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dan persatuan di lingkungan tempat mereka mengabdi.

Senin, 27 Juli 2026

BanKesbangpol Kab. Kutim dan Densus 88 AT Polri Perkuat Sinergi Melalui Dialog dan Rakor Forum Pembauran Kebangsaan


SANGATTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BanKesbangpol) Kabupaten Kutai Timur bersama Densus 88 AT Polri memperkuat sinergi dalam upaya menjaga persatuan dan mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan melalui kegiatan Sarasehan Kebangsaan dan Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) bersama Tokoh Masyarakat, Etnis dan Paguyuban se-Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Hotel Royal Victoria, Jalan A.W. Syahranie, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.

Acara dihadiri oleh Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., Rahmad Rahardian dari Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. H. Syaharie Ja'ang, S.H., M.H., M.Si. selaku Ketua FPK Provinsi Kalimantan Timur, Letkol Laut (P) Yahya Junarko, S.T., M.Tr., Opsla. selaku Danlanal Sangatta, Kompol Ahmad Abdullah, S.H., M.H. selaku Wakapolres Kutai Timur, Tejo Yuwono, S.Pd. selaku Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kutai Timur, Revo, S.H., M.H. mewakili Kejaksaan Negeri Kutai Timur, AKP Bambang Eko R. R., S.H., M.H. selaku Kapolsek Sangatta Utara, serta Albert, S.H. selaku Ketua FPK Kabupaten Kutai Timur.

Kegiatan juga diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri atas seluruh camat, pengurus FPK se-Kabupaten Kutai Timur, ketua dan perwakilan tokoh masyarakat, etnis, paguyuban, serta tamu undangan.


Dalam sesi utama, AKP Andi Husin Susidi hadir sebagai narasumber dengan materi bertajuk "Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah kepada Terorisme di Wilayah Kalimantan Timur." Materi tersebut membahas perkembangan penyebaran paham ekstremisme hingga terbentuknya supporting base jaringan terorisme, peta ancaman baru yang mengarah kepada terorisme, fenomena Salad Bar Extremism, keterkaitan fenomena global dan lokal, dampak digitalisasi terhadap penyebaran ideologi, peran strategis Forum Pembauran Kebangsaan dalam menjaga harmoni sosial, serta pentingnya menumbuhkan semangat cinta tanah air.

AKP Andi Husin Susidi menekankan bahwa pencegahan ekstremisme memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran penting sebagai wadah memperkuat persatuan, membangun komunikasi lintas etnis dan budaya, serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap pengaruh paham yang mengarah pada kekerasan dan terorisme.


Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya sebagai narasumber, Ketua FPK Provinsi Kalimantan Timur, Dr. H. Syaharie Ja'ang, S.H., M.H., M.Si., menyerahkan cendera mata kepada AKP Andi Husin Susidi. Pemberian tersebut menjadi simbol penghargaan atas dukungan dan komitmen dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta membangun sinergi pencegahan ekstremisme di Kalimantan Timur.

Melalui kegiatan ini, BanKesbangpol Kabupaten Kutai Timur bersama Densus 88 AT Polri berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, Forum Pembauran Kebangsaan, tokoh masyarakat, etnis, dan paguyuban semakin kuat dalam menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan bangsa, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme.

Kamis, 23 Juli 2026

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Perkuat Pencegahan Ekstremisme di SMK Pangeran Antasari Balikpapan


BALIKPAPAN – Sebanyak 155 peserta didik baru SMK Pangeran Antasari Balikpapan mengikuti Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026. Kegiatan ini menghadirkan Unit Cegah SGW Kalimantan Timur Densus 88 AT Polri sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai penguatan karakter pelajar, literasi digital, serta pencegahan ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta membangun sikap toleransi di lingkungan sekolah. Selain itu, peserta juga diajak memanfaatkan media sosial secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang mengandung paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.

Narasumber dari Unit Cegah SGW Kaltim menjelaskan bahwa lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, pembinaan sejak awal melalui kegiatan MPLS menjadi langkah strategis untuk menanamkan semangat kebangsaan, memperkuat integritas, serta meningkatkan daya tangkal pelajar terhadap berbagai pengaruh negatif di era digital.

"Generasi muda adalah aset bangsa. Dengan wawasan kebangsaan yang kuat, karakter yang baik, dan literasi digital yang memadai, pelajar akan mampu menjadi agen perdamaian, menghargai perbedaan, serta berkontribusi menjaga persatuan Indonesia,"

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta MPLS SMK Pangeran Antasari Balikpapan semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta menjadi pelajar yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki ketahanan terhadap pengaruh ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.

Forum Konsultasi Publik 2026 Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu Hadirkan Densus 88 AT Polri Bahas Wawasan Kebangsaan







Samarinda – Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 dengan menghadirkan Unit Cegah Densus 88 AT Polri SGW Kalimantan Timur sebagai narasumber untuk memberikan materi Wawasan Kebangsaan. Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Jawa sebagai upaya memperkuat persatuan, toleransi, dan kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Forum tersebut dihadiri oleh H. Sujono, M.Si. selaku Camat Samarinda Ulu, Mukmin, S.P. selaku Lurah Kelurahan Jawa, Sri Murni, S.Sos., M.Si. selaku Sekretaris Kelurahan Jawa, serta Bapak Leo selaku Ketua Paguyuban Blitar Kecamatan Samarinda Ulu. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berwawasan kebangsaan.

Sebagai narasumber, Briptu Yudika, S.H. dari Unit Cegah Densus 88 AT Polri menyampaikan materi mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan paham yang mengarah pada radikalisme maupun ekstremisme berbasis kekerasan. Peserta juga diajak untuk meningkatkan literasi digital agar mampu menyaring informasi secara bijak dan bertanggung jawab. 

"Wawasan kebangsaan merupakan fondasi dalam menjaga persatuan bangsa. Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan warga, kita dapat memperkuat ketahanan sosial serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis,"

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan berbagai pandangan mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarwarga, memperkuat komunikasi di lingkungan masyarakat, serta meningkatkan peran tokoh masyarakat dalam membangun kesadaran kebangsaan.

Melalui Forum Konsultasi Publik ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga kerukunan, serta mencegah berkembangnya paham yang dapat mengganggu persatuan dan keamanan di wilayah Kecamatan Samarinda Ulu.

Jumat, 17 Juli 2026

Sosialisasi Rancangan Perda (SOSPER) Kota Samarinda Hadirkan Densus 88 AT Polri untuk Edukasi Masyarakat mengenai Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Muhammad Rudi, S.H., menggelar Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (SOSPER) di RT 20, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, dengan menghadirkan Unit Cegah Densus 88 AT Polri SGW Kalimantan Timur sebagai narasumber. Kegiatan yang diikuti sekitar 60 warga ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kelurahan Sidodadi sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Dalam sambutannya, H. Muhammad Rudi, S.H. menjelaskan bahwa kegiatan SOSPER bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rancangan peraturan daerah sekaligus menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan warga. Melalui kesempatan tersebut, masyarakat juga memperoleh edukasi tentang pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan lingkungan.

Pada sesi utama, narasumber dari Unit Cegah Densus 88 AT Polri SGW Kalimantan Timur menyampaikan materi mengenai pencegahan radikalisme dan tindak pidana terorisme. Masyarakat diajak memahami pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat toleransi, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham yang mengarah pada kekerasan maupun informasi provokatif di media digital.

Selain itu, warga diberikan pemahaman mengenai literasi digital agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Narasumber mengingatkan pentingnya memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya serta membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai langkah memperkuat ketahanan sosial.

"Pencegahan radikalisme dan terorisme memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga toleransi, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, kita dapat bersama-sama menciptakan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis,"

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan warga, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Berbagai masukan dan pertanyaan yang disampaikan peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya menjaga kondusivitas wilayah dan memperkuat ketahanan lingkungan dari berbagai pengaruh negatif.

Melalui kegiatan ini, DPRD Kota Samarinda bersama Densus 88 AT Polri berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga dalam membangun lingkungan yang aman, memperkokoh persatuan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan radikalisme dan tindak pidana terorisme.

Pondok Pesantren Mus'ab bin Umair Hadirkan Densus 88 AT Polri sebagai Narasumber Wawasan Kebangsaan Bertema "Cinta Tanah Air dalam Bingkai Islam Rahmatan lil 'Alamin"


Kutai Timur – Pondok Pesantren Mus'ab bin Umair, Kabupaten Kutai Timur, menghadirkan Densus 88 AT Polri sebagai narasumber dalam kegiatan Wawasan Kebangsaan dengan mengusung tema "Cinta Tanah Air dalam Bingkai Islam Rahmatan lil 'Alamin". Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman para santri mengenai pentingnya mencintai tanah air, mengamalkan ajaran Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam, serta menjaga persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa nilai-nilai Islam mengajarkan sikap kasih sayang, toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai. Semangat tersebut selaras dengan nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, sehingga para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, para santri juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersikap kritis dalam menerima informasi, khususnya di era digital. Mereka diajak memanfaatkan media sosial secara bijak, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang dapat memecah persatuan.

"Mencintai tanah air tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, menjaga persatuan, menghormati sesama, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa merupakan bagian dari sikap yang mencerminkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil 'Alamin. Santri diharapkan menjadi teladan dalam menyebarkan pesan perdamaian, persaudaraan, dan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat,"
ujar narasumber dari Densus 88 AT Polri.

Pimpinan Pondok Pesantren Mus'ab bin Umair mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembekalan wawasan kebangsaan menjadi pelengkap pendidikan keagamaan yang diterima para santri, sehingga mereka tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air, menghargai keberagaman, dan berperan aktif menjaga kerukunan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri Pondok Pesantren Mus'ab bin Umair mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki semangat kebangsaan yang kuat, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh toleransi.

Penyuluhan Tata Tertib Sekolah di SMK Negeri 9 Samarinda Bahas Pencegahan Radikalisasi Anak Bersama Densus 88 AT Polri


Samarinda – Dalam rangka memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum dalam melindungi peserta didik, SMK Negeri 9 Samarinda menggelar Penyuluhan Tata Tertib Sekolah yang menghadirkan Densus 88 AT Polri sebagai narasumber. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 ini mengangkat tema "Pencegahan Radikalisasi Anak" dan diikuti oleh para orang tua atau wali murid.

Penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk pengaruh negatif yang dapat berkembang melalui lingkungan pergaulan maupun media digital.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang mengandung paham radikalisme maupun ekstremisme berbasis kekerasan. Oleh karena itu, orang tua diharapkan aktif mendampingi anak dalam menggunakan media sosial, membangun komunikasi yang terbuka, serta menanamkan sikap toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air sejak dini.

"Pencegahan radikalisasi anak tidak dapat dilakukan oleh sekolah atau aparat semata. Peran orang tua sangat penting sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga. Dengan komunikasi yang baik, pengawasan yang proporsional, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan, anak akan memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap berbagai pengaruh negatif," ujar narasumber dari Densus 88 AT Polri.

Pihak SMK Negeri 9 Samarinda menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan bertanggung jawab.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan para orang tua semakin memahami pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap aktivitas anak, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital. Sinergi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan Densus 88 AT Polri menjadi langkah strategis dalam mencegah radikalisasi anak serta membangun generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan persatuan bangsa.

Kamis, 16 Juli 2026

Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri Jadi Narasumber Sosialisasi Wawasan Kebangsaan pada MPLS 2026 di SMA Negeri 14 Samarinda

Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri Jadi Narasumber Sosialisasi Wawasan Kebangsaan pada MPLS 2026 di SMA Negeri 14 Samarinda


Samarinda – Dalam rangka membangun karakter generasi muda yang berwawasan kebangsaan, Unit Cegah SGW Kalimantan Timur Densus 88 AT Polri menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di SMA Negeri 14 Samarinda. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik baru dengan pemahaman tentang pentingnya persatuan, toleransi, serta penggunaan media digital secara bijak.

Melalui sosialisasi tersebut, para siswa diajak untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat kebangsaan sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber menjelaskan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa dengan menghormati perbedaan, menghindari sikap intoleransi, dan menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog yang damai.

Selain materi wawasan kebangsaan, peserta MPLS juga mendapatkan edukasi mengenai literasi digital. Siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya berpikir kritis dalam menerima informasi, memverifikasi kebenaran berita sebelum membagikannya, serta mewaspadai penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang mengandung paham radikalisme maupun ekstremisme berbasis kekerasan di ruang digital.

«"Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk belajar, berkreasi, dan menyebarkan hal-hal yang positif. Dengan wawasan kebangsaan yang kuat serta literasi digital yang baik, pelajar akan lebih siap menghadapi tantangan zaman dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun ajakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan," ujar narasumber dari Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri.»

Pihak SMA Negeri 14 Samarinda mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik baru. Menurut pihak sekolah, kegiatan ini memberikan bekal penting agar siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan MPLS 2026 ini, diharapkan para peserta didik baru SMA Negeri 14 Samarinda tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, cinta tanah air, berintegritas, serta mampu menjadi pelopor perdamaian dan memiliki daya tangkal terhadap radikalisme maupun ekstremisme berbasis kekerasan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

MPLS 2026 di SMP Negeri 15 Balikpapan Diisi Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri

MPLS 2026 di SMP Negeri 15 Balikpapan Diisi Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri

Balikpapan – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di SMP Negeri 15 Balikpapan diisi dengan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter peserta didik baru agar memiliki semangat kebangsaan, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta mampu menghadapi tantangan di era digital secara bijak.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter sejak awal siswa memasuki lingkungan sekolah. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menghormati keberagaman, menjaga persatuan, dan membangun budaya saling menghargai sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Selain memperkuat wawasan kebangsaan, peserta MPLS juga dibekali pemahaman mengenai literasi digital. Para siswa diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi, tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan berita yang belum terverifikasi, serta memahami risiko penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), hingga konten yang mengandung paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.

«"Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa. Dengan semangat kebangsaan, sikap toleransi, serta kemampuan menggunakan media digital secara bijak, para pelajar dapat menjadi pelopor perdamaian dan mampu menangkal berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekolah maupun di ruang digital," ujar narasumber dari Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri.»

Pihak SMP Negeri 15 Balikpapan mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian MPLS 2026. Menurut pihak sekolah, pembekalan wawasan kebangsaan dan literasi digital sangat penting untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan.

Melalui kolaborasi antara SMP Negeri 15 Balikpapan dan Unit Cegah SGW Kaltim Densus 88 AT Polri, diharapkan para peserta MPLS tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, cinta tanah air, serta memiliki daya tangkal terhadap pengaruh radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan. Edukasi ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, damai, inklusif, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah. 

Rabu, 15 Juli 2026

Densus 88 AT Polri Isi Materi Soswasbang pada MPLS 2026 di SMA Prestasi Samarinda

Angkat Tema Pencegahan Radikalisasi dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Kalangan Pelajar








Samarinda – Dalam rangka membentuk karakter pelajar yang berwawasan kebangsaan dan memiliki ketahanan terhadap pengaruh negatif di era digital, Densus 88 AT Polri menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Soswasbang) dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di SMA Prestasi Samarinda. Kegiatan ini mengusung tema "Pencegahan Radikalisasi dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Kalangan Pelajar."

Kegiatan yang diikuti oleh peserta didik baru ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, para pelajar diberikan edukasi mengenai cara mengenali berbagai bentuk penyebaran paham radikalisasi dan ekstremisme berbasis kekerasan yang dapat berkembang melalui media sosial, aplikasi percakapan, maupun platform digital yang banyak digunakan oleh generasi muda.

Dalam penyampaian materi, narasumber mengajak para siswa untuk menjadi pengguna media digital yang cerdas dengan membiasakan berpikir kritis, memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya, serta menghindari konten yang mengandung ujaran kebencian, intoleransi, maupun ajakan yang mengarah pada tindakan melanggar hukum. Para peserta juga didorong untuk aktif dalam kegiatan positif di sekolah sebagai upaya memperkuat karakter, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan.

"Pelajar memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa. Dengan memperkuat wawasan kebangsaan, menjunjung tinggi toleransi, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, kita dapat bersama-sama mencegah berkembangnya paham radikalisasi dan ekstremisme berbasis kekerasan di lingkungan pendidikan," ujar narasumber dalam kegiatan tersebut.

Pihak SMA Prestasi Samarinda menyambut baik pelaksanaan Soswasbang pada MPLS 2026 sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurut pihak sekolah, pembekalan sejak dini sangat penting agar peserta didik mampu menghadapi tantangan di era digital, menjaga etika dalam bermedia sosial, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan inklusif.

Melalui sinergi antara SMA Prestasi Samarinda dan Densus 88 AT Polri, kegiatan MPLS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum membangun generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, menghargai perbedaan, serta memiliki daya tangkal terhadap pengaruh radikalisasi dan ekstremisme berbasis kekerasan.


Sinergi SMP Negeri 1 Balikpapan dan Densus 88 AT Polri Bekali 400 Siswa dengan Literasi Digital

 













Balikpapan – Sebanyak 400 peserta didik baru SMP Negeri 1 Balikpapan mendapatkan pembekalan literasi digital dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 melalui kolaborasi antara SMP Negeri 1 Balikpapan dan Densus 88 AT Polri. Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menggunakan media sosial dan internet secara positif. Dalam penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan, namun juga memiliki tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), hingga konten yang mengandung paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.

Para peserta MPLS diajak untuk memahami pentingnya berpikir kritis sebelum mempercayai atau membagikan informasi, menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital, serta memanfaatkan internet sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Siswa juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh konten provokatif yang dapat memecah persatuan maupun mendorong perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

"Literasi digital merupakan keterampilan yang harus dimiliki setiap pelajar di era digital. Dengan kemampuan menyaring informasi, menghargai perbedaan, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, siswa dapat terhindar dari pengaruh negatif serta menjadi agen penyebar informasi yang positif," ujar narasumber dalam kegiatan tersebut.

Kepala SMP Negeri 1 Balikpapan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan MPLS 2026. Menurutnya, pembekalan literasi digital sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik agar mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi dengan sikap yang cerdas, bijak, dan berintegritas.

Melalui sinergi antara SMP Negeri 1 Balikpapan dan Densus 88 AT Polri, diharapkan para siswa memiliki kemampuan literasi digital yang baik, mampu menjaga etika dalam bermedia sosial, serta berperan aktif menciptakan lingkungan sekolah dan ruang digital yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari penyebaran hoaks, perundungan, maupun paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.

Selasa, 14 Juli 2026

Cegah Ekstremisme dan Bullying Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Damai Bersama Densus 88 Edukasi Peserta MPLS SMP Negeri 7 Balikpapan

Cegah Ekstremisme dan Bullying Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Damai Bersama Densus 88 Edukasi Peserta MPLS SMP Negeri 7 Balikpapan

Balikpapan – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus diperkuat melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di SMP Negeri 7 Balikpapan. Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Damai bersama Densus 88 AT Polri memberikan edukasi kepada para peserta didik baru mengenai pencegahan ekstremisme berbasis ideologi kekerasan serta pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Kegiatan edukasi ini bertujuan membekali para siswa sejak awal memasuki jenjang pendidikan dengan pemahaman tentang pentingnya menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, serta menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Melalui materi yang disampaikan secara interaktif, para peserta diajak memahami bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, berteman, dan mengembangkan potensi diri.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa penyebaran paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan dapat memanfaatkan berbagai media, termasuk media sosial, aplikasi percakapan, dan platform digital yang akrab dengan kehidupan remaja. Karena itu, para siswa diimbau untuk berpikir kritis, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta bijak dalam menggunakan teknologi digital.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai dampak negatif bullying terhadap korban maupun pelaku. Bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital (cyberbullying), dapat mengganggu proses belajar, menurunkan rasa percaya diri, dan merusak hubungan antarteman. Oleh sebab itu, siswa diajak membangun budaya saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan berani melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan.

«"Pelajar memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa. Dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, menghargai perbedaan, serta menggunakan media sosial secara bijak, kita dapat bersama-sama mencegah berkembangnya paham yang mengarah pada kekerasan maupun perilaku bullying di lingkungan sekolah," ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.»

Pihak SMP Negeri 7 Balikpapan menyambut baik kegiatan edukasi ini sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik baru. Melalui kolaborasi antara Bhabinkamtibmas Kelurahan Damai, Densus 88 AT Polri, dan pihak sekolah, diharapkan para siswa mampu menjadi generasi yang berkarakter, cinta tanah air, menghormati keberagaman, serta berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, inklusif, dan bebas dari ekstremisme maupun bullying.

 

Senin, 13 Juli 2026

MPLS 2026 Jadi Momentum Edukasi Pencegahan Ekstremisme bagi 439 Pelajar SMK Negeri 4 Balikpapan


MPLS 2026 Jadi Momentum Edukasi Pencegahan Ekstremisme bagi 439 Pelajar SMK Negeri 4 Balikpapan

Balikpapan – Sebanyak 439 peserta didik baru SMK Negeri 4 Balikpapan mengikuti kegiatan edukasi pencegahan ekstremisme berbasis ideologi kekerasan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter pelajar yang berintegritas, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta memiliki semangat kebangsaan sejak dini.

Dalam sesi edukasi, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali ciri-ciri paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan yang dapat berkembang melalui berbagai media, seperti media sosial, aplikasi percakapan, hingga platform digital yang akrab dengan kehidupan remaja. Para pelajar juga diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi, berpikir kritis terhadap setiap informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengandung ujaran kebencian, provokasi, maupun ajakan melakukan kekerasan.

Selain itu, peserta MPLS didorong untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, menghormati keberagaman, memperkuat rasa persaudaraan, serta aktif dalam kegiatan positif di lingkungan sekolah. Sikap saling menghargai dan kemampuan berdialog secara santun menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, damai, dan inklusif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik baru SMK Negeri 4 Balikpapan mampu menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. Dengan kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, lingkungan pendidikan diharapkan tetap menjadi tempat yang kondusif serta terbebas dari pengaruh paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.

Kesbangpol Kota Balikpapan Gandeng Densus 88 AT Polri Bekali 39 Calon Paskibraka 2026 dengan Wawasan Kebangsaan

BALIKPAPAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan berkolaborasi dengan Densus 88 AT Polri memberikan pembekalan Wa...

Sosbang