BanKesbangpol Kab. Kutim dan Densus 88 AT Polri Perkuat Sinergi Melalui Dialog dan Rakor Forum Pembauran Kebangsaan
SANGATTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BanKesbangpol) Kabupaten Kutai Timur bersama Densus 88 AT Polri memperkuat sinergi dalam upaya menjaga persatuan dan mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan melalui kegiatan Sarasehan Kebangsaan dan Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) bersama Tokoh Masyarakat, Etnis dan Paguyuban se-Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Hotel Royal Victoria, Jalan A.W. Syahranie, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.
Acara dihadiri oleh Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., Rahmad Rahardian dari Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. H. Syaharie Ja'ang, S.H., M.H., M.Si. selaku Ketua FPK Provinsi Kalimantan Timur, Letkol Laut (P) Yahya Junarko, S.T., M.Tr., Opsla. selaku Danlanal Sangatta, Kompol Ahmad Abdullah, S.H., M.H. selaku Wakapolres Kutai Timur, Tejo Yuwono, S.Pd. selaku Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kutai Timur, Revo, S.H., M.H. mewakili Kejaksaan Negeri Kutai Timur, AKP Bambang Eko R. R., S.H., M.H. selaku Kapolsek Sangatta Utara, serta Albert, S.H. selaku Ketua FPK Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan juga diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri atas seluruh camat, pengurus FPK se-Kabupaten Kutai Timur, ketua dan perwakilan tokoh masyarakat, etnis, paguyuban, serta tamu undangan.
Dalam sesi utama, AKP Andi Husin Susidi hadir sebagai narasumber dengan materi bertajuk "Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah kepada Terorisme di Wilayah Kalimantan Timur." Materi tersebut membahas perkembangan penyebaran paham ekstremisme hingga terbentuknya supporting base jaringan terorisme, peta ancaman baru yang mengarah kepada terorisme, fenomena Salad Bar Extremism, keterkaitan fenomena global dan lokal, dampak digitalisasi terhadap penyebaran ideologi, peran strategis Forum Pembauran Kebangsaan dalam menjaga harmoni sosial, serta pentingnya menumbuhkan semangat cinta tanah air.
AKP Andi Husin Susidi menekankan bahwa pencegahan ekstremisme memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran penting sebagai wadah memperkuat persatuan, membangun komunikasi lintas etnis dan budaya, serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap pengaruh paham yang mengarah pada kekerasan dan terorisme.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya sebagai narasumber, Ketua FPK Provinsi Kalimantan Timur, Dr. H. Syaharie Ja'ang, S.H., M.H., M.Si., menyerahkan cendera mata kepada AKP Andi Husin Susidi. Pemberian tersebut menjadi simbol penghargaan atas dukungan dan komitmen dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta membangun sinergi pencegahan ekstremisme di Kalimantan Timur.
Melalui kegiatan ini, BanKesbangpol Kabupaten Kutai Timur bersama Densus 88 AT Polri berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, Forum Pembauran Kebangsaan, tokoh masyarakat, etnis, dan paguyuban semakin kuat dalam menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan bangsa, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme.



Komentar
Posting Komentar