Balikpapan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulia Balikpapan bersama Densus 88 Antiteror Polri menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bagi pelajar SMK Mulawarman Balikpapan sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga persatuan bangsa di era digital.
Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Mulawarman Balikpapan ini menghadirkan Brigpol Alexander, S.H. sebagai narasumber. Sebanyak 30 pelajar mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Kesiswaan Ibu Maria, Guru Informatika Bapak Satria, Guru Perhotelan Ibu Nani, Ibu Putri dari Tata Usaha, serta 10 Mahasiswa KKN Universitas Mulia Balikpapan yang berkolaborasi dalam mendukung suksesnya pelaksanaan sosialisasi.
Dalam pemaparannya, Brigpol Alexander, S.H. menekankan bahwa wawasan kebangsaan merupakan fondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, pelajar perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta bijak menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun paham yang bertentangan dengan ideologi negara.
Ia juga mengajak para siswa untuk terus memperkuat sikap toleransi, menghargai keberagaman, serta menjaga persatuan sebagai modal utama dalam membangun Indonesia yang aman dan damai.
"Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter kebangsaan yang kuat. Generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kedamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujar Brigpol Alexander.
Kolaborasi antara Densus 88 Antiteror Polri dan Mahasiswa KKN Universitas Mulia Balikpapan ini menjadi wujud sinergi antara aparat, perguruan tinggi, dan dunia pendidikan dalam memperkuat edukasi kebangsaan di kalangan pelajar. Selain memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai nasionalisme, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan literasi digital sebagai langkah preventif terhadap penyebaran paham ekstremisme berbasis ideologi kekerasan yang memanfaatkan ruang digital untuk menyasar generasi muda.
Pihak SMK Mulawarman Balikpapan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Sekolah berharap edukasi semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga para pelajar memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, mampu menyaring informasi secara bijak, serta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, toleran, dan bebas dari pengaruh paham ekstremisme.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin erat antara institusi pendidikan, perguruan tinggi, dan aparat negara dalam mencetak generasi muda Indonesia yang berkarakter, cinta tanah air, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai persatuan dan kebangsaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar